Cara Belajar

Saya sedang membaca buku Smartcuts yang ditulis oleh Shane Snow. Buku yang sangat menarik dan dapat membantu Anda menyusun perencanaan karir dan hidup. Salah satu chapter yang menarik saya adalah Chapter 4 yaitu, Platforms. Di chapter ini dijelaskan bahwa, kita bisa mempersingkat waktu belajar dengan cara memanfaatkan hal yang sudah diciptakan atau ditemukan.

Sebagai contoh, di saat pendidikan di negara-negara lain fokus belajar dasar bagaimana cara berhitung dan tidak memperbolehkan penggunaan kalkulator, di Finlandia mengajarkan tentang bagaimana melakukan penghitungan menggunakan kalkulator dan menganjurkan siswa untuk menggunakan kalkulator. Terbukti bahwa, Finlandia menjadi salah satu negara dengan tingkat pendidikan yang baik dan maju di sisi teknologi dan inovasi.

Saya saat ini sedang belajar tentang pemrograman web application berbasis Ruby on Rails, sebuah framework yang dikembangkan dari bahasa pemrograman Ruby. Ruby on Rails merupakan “kalkulator” bagi saya dan para developers untuk mengembangkan web application dengan mudah. Sejauh ini, saya hanya mempelajari dasar-dasar penulisan coding dengan Ruby dan selanjutnya saya lebih banyak mempelajari tentang bagaimana melakukan pemrograman dengan Ruby on Rails.  Dengan menggunakan metode seperti ini, saya memahami dasar pemrograman dengan bahasa Ruby dan bisa mengembangkan web application lebih mudah menggunakan Ruby on Rails. Sama halnya dengan penggunaan kalkulator di Finlandia, para siswa di sana lebih fokus untuk mempelajari tentang bagaimana menggunakan kalkulator, dengan begitu, para siswa memahami dasar perhitungan dan dapat melakukan kalkulasi lebih cepat menggunakan kalkulator.

Cara belajar dengan memanfaatkan platforms untuk mempercepat proses belajar menjadi semakin penting ketimbang fokus menghabiskan waktu belajar beberapa hal yang tidak terlalu penting. Universitas tempat saya belajar contohnya, ketimbang membuat jurusan atau program studi seperti universitas pada umumnya, Surya University membuat jurusan yang fokus pada satu hal dan mempelajari multi disiplin. Di universitas umumnya, mereka membuat jurusan seperti, Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi secara terpisah. Surya University melihat bahwa jurusan-jurusan tersebut merupakan elemen yang tidak terpisahkan dalam membangun sebuah bisnis, selain itu ada satu faktor lagi yang membuat bisnis menjadi sustainable yaitu, inovasi. Dari situ maka lahirlah jurusan Technopreneurship yang menggabungkan jurusan-jurusan tersebut dan tentunya dengan menghapus beberapa SKS yang dirasa tidak perlu dan menggunakan platforms yang telah ada untuk mempersingkat waktu belajar namun mencakup banyak disiplin ilmu.

Namun, apakah cara berpikir dan belajar tersebut benar?

Tidak ada benar atau salah disini. Pilihlah cara pembelajaran yang sesuai dengan Anda. Saya merasa bahwa di zaman yang serba cepat dewasa ini, kita dituntut untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat. Sama seperti hukum rimba bahwa, “yang kuat yang bertahan.” Jika kita ingin bersaing di zaman yang serba cepat, maka kita harus beradaptasi untuk bisa catch up. Dan hanya dengan begitu, kita bisa unggul dan “bertahan”.

Namun, apakah itu berarti jika kita menggunakan metode belajar yang dulu (mempelajari teori dahulu) tidak bisa catch up dan bertahan?

Berbeda dengan saya yang belajar dengan menggunakan platforms yang selalu ingin segera terjun ke lapangan, Ayah saya merupakan slow learner, ia akan menghabiskan waktu untuk mempelajari segala teori sebelum benar-benar terjun ke lapangan untuk menerapkan ilmu yang ia pelajari. Ia sangat berhati-hati tentang segala detail. Namun nyatanya, ia masih tetap bertahan dan cenderung berkembang dalam karirnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ia mengatakan bahwa, cara belajar apapun yang digunakan, yang terpenting adalah konsistensi. Seperti yang dikatakan Steve Jobs, “Stay hungry, stay foolish.” Kita harus tetap merasa rendah dan selalu haus akan ilmu baru. Itulah yang membuat kita berkembang.

Kesimpulan

Bukan permasalahan menentukan apa cara belajar yang kita akan gunakan. Hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan tidak akan memulai proses belajar. Selain itu, jika berpikir seperti ini maka kita akan kaku terhadap perubahan. Yang terpenting adalah, bagaimana cara menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang ada. Dengan begitu, kita akan fokus mencari proses belajar yang sesuai dan lebih fleksibel dengan perkembangan zaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s