Tidak Suka Bekerja

Tanggal 6 Agustus 2015, saya bersama empat teman mulai mendaki Gunung Papandayan yang terletak di Garut, Jawa Barat. Kami ingin mencoba membuktikan perkataan orang-orang tentang keindahan gunung ini. Kami memulai perjalanan dari Jakarta pada malam hari dan tiba di pos pertama sekitar jam 6 pagi. Setelah beristirahat sebentar, kami memulai pendakian. Selama perjalanan, kami sangat menikmatinya, tampak Gunung Guntur yang terletak di sebelah Gunung Papandayan yang sedikit diselimuti oleh kawanan awan yang sungguh indah.

Perjalanan kami lakukan dengan sangat santai dan akhirnya tiba di camp sekitar jam 12 untuk mendirikan tenda di Pondok Saladah. Kami istirahat sejenak dan sekitar jam 3 kami menuju ke Hutan Mati, sebuah kawasan yang paling diminati di Gunung Papandayan karena keindahannya. Malam itu kami tidur di tenda dan bangun jam 3 pagi untuk mengejar matahari di Tegal Alun-Alun. Namun sayang, kami tidak sempat menuju ke spot yang dituju. Walau begitu, kami tetap mendapatkan spot kecil untuk menikmati sun rise sambil menyantap indomie dan kopi yang kami bawa.

Kami melanjutkan perjalanan dan ternyata kami salah jalur, akhirnya kami kembali ke kawasan Tegal Alun-Alun yang memakan waktu sekitar 4 jam. Semua sudah kelelahan dan kami beristirahat di hamparan padang Edelweiss yang belum terlalu mekar. Sungguh nikmat. Terkena tamparan angin dan udara yang sejuk. Kami melupakan segala kelelahan. Namun pada akhirnya, teman-teman memutuskan untuk kembali ke tenda karena sudah terlalu lelah dan merasa tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Papandayan.

Saya memutuskan untuk mendaki ke puncak sendiri. Selama dua kali naik gunung, saya selalu sampai di puncak. Saya tidak mau gagal sampai ke puncak kali ini. Saya memberanikan diri untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Dalam perjalanan, saya bertemu rangers yang mengatakan bahwa terjadi kebakaran di sekitaran puncak. Sudah cukup beristirahat dan bercengkrama, saya melanjutkan perjalanan. Tak lama, saya berpapasan dengan seorang bule yang hendak turun, saya hanya melempar senyum kepadanya dan melanjutkan perjalanan.

Sampai di puncak, saya agak kecewa dengan pemandangannya. Terlalu banyak pohon, maklum saja, ketinggian gunung ini hanya sekitar 2662 mdpl sehingga tumbuhan masih tinggi di sini. Saya tidak berlama-lama di puncak dan memutuskan untuk turun. Perjalanan turun terasa lebih cepat. Saya kembali bertemu dengan rangers yang saya temui tadi dan di sana ada bule tersebut yang sedang memotret pemandangan yang indah dan hendak melanjutkan perjalanan turun.

Saya yang sedikit khawatir memutuskan untuk menyusul bule tersebut agar bisa turun bersama. Kami bercengkrama selama perjalanan turun saling bercerita tentang negara masing-masing dan saya merekomendasi beberapa daerah di Indonesia yang bagus untuk dikunjungi. Namun ada satu perbincangan yang mengejutkan saya. Ia bertanya tentang dimana saya berkuliah, apa jurusan saya, dan setelah saya jawab. Saya kembali melempar pertanyaan kepadanya. Saya menanyakan, “What about you?”. Dia menjawab, “Computer”. “Wow! I like computer”, saya jawab. Dan tiba-tiba ia menjawab, “Hmm, I don’t”. Jawaban itu mengejutkan saya dan akhirnya saya bertanya, “Why don’t?”. Ini yang dikatakan oleh bule tersebut, “Because I have to work”.

 Find your passion

If you do what you love, you’ll never work a day in your life.
– Marc Anthony

Banyak yang mengatakan bahwa kita harus mencintai apa yang kita lakukan. Saya senang banyak hal, saya senang dengan dunia aviasi, komputer, bisnis, travelling, dan beberapa jenis olahraga. Pada akhirnya, saya menghabiskan banyak waktu saya hanya pada beberap bidang, komputer dan bisnis.

Saya memulai perjalanan saya di dunia komputer pertama kali ketika mengikuti lomba desain PowerPoint waktu SD. Saya jatuh cinta. Mulailah saya mempelajari banyak hal di internet sampai akhirnya bertemu dengan dunia blogging. Menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, bahkan hingga larut malam dan hingga matahari terbit kembali. Saya tidak merasa sedang belajar komputer, saya senang melakukannya.

Pada masa SMP, saya mulai berbisnis online, saya menjual website di Flippa. Setiap proses pembuatan website, menjualnya, negosiasi, dan sebagainya menghabiskan waktu saya dari pulang sekolah hingga hampir berangkat sekolah lagi. Lagi-lagi, saya tidak merasa saya sedang bekerja, saya senang melakukannya.

Lalu saya bosan

Dunia bisnis saya semakin stagnan. Entah kenapa saya merasa tidak semangat mengembangkan bisnis online. Saya kehilangan fokus dan merasa bosan. Saya akhirnya memutuskan untuk masuk ke dunia travelling. Saya berkeliling ke beberapa kota di berbagai Indonesia maupun luar negeri, menaiki beberapa gunung dalam beberapa tahun terakhir.

Saya kembali bersemangat saat itu. Saya merasa sangat senang menjalani dunia travelling. Saya merasa menemukan banyak hal baru dan kenalan baru dari dunia travelling. Saya sangat menikmatinya hingga lupa bahwa hal itu menghabiskan uang.

Kembali termenung, dunia travelling tidak membuat saya produktif. Saya bisa kehabisan sumber daya jika terus menjalaninya seperti ini.

Kembali ke dunia bisnis

Setelah lama menjalani dunia travelling dan menyadari bahwa hal itu tidak produktif (tapi menyenangkan), maka saya kembali ke dunia bisnis. Ternyata saat kembali ke dunia bisnis, somehow, saya kembali bersemangat. Dan alasan saya bersemangat untuk berbisnis adalah agar saya bisa menghabiskan uang untuk travelling kembali.

Manakah sebenarnya yang saya cintai?

Dunia bisnis atau dunia travelling? I’d say, saya suka kedua dunia tersebut. Saya merasa menemukan cycle dalam hidup di dalam kedua dunia ini. Saya akan berbisnis untuk produktif menghasilkan uang dan menikmati hasilnya dengan cara travelling.

Find your own world

Bumi itu bundar. Terus berputar. Hidup-pun seperti itu.

Buat perputaran dalam hidup dari dunia yang kamu senangi dan maka kamu tidak akan merasa sedang bekerja, kamu sedang menikmati hidupmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s